Latest Entries »

Upaya Pemuda Dalam Sosialisasi Membangun Masyarakat

Pengertian Pemuda

Masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Masa bayi                  : 0 – 1 tahun
  • Masa anak                : 1 – 12 tahun
  • Masa Puber              : 12 – 15 tahun
  • Masa Pemuda          : 15 – 21 tahun
  • Masa dewasa           : 21 tahun keatas

Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :

  • Golongan anak        : 0 – 12 tahun
  • Golongan remaja     : 13 – 18 tahun
  • Golongan dewasa   : 18 (21) tahun keatas

Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta. Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :

  1. Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk di bangku sekolah
  2. Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun beradi di perguruan tinggi dan akademi
  3. Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.

Sosialisasi Pemuda Dalam Masyarakat

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :

  1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya, atau sebaliknya, tidak disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.
  2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus dilakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.

Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi

Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.
  2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan  lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
  • Jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai  atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung mengubah masyarakat dan kebudayaan.
  • Pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tidnakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
  • Pemuda radikal Mereka berkeinginan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.

Sumber :

  • www.google.com
  • Abdullah, taufik, Pemuda dan Perubahan Social, LP3ES, Jakarta, 1974.
  • Bayo ala, Andre, Krisis Sosialisasi Politik, Majalah Mahasiswa, No. 32 Tahun VI, November 1982.
  • Chilcote, Ronald H, Theories of Comparative Politics, A Search for a Paradigm, Westview Press, Boulder Colorado, 1981.

Mendahulukan Prioritas Dalam Menjalani Kehidupan

Setiap individu mempunyai misi yang ingin di capai, begitupun yang disampaikan oleh Steven Strong bahwa tedapat 7 misi yaitu :

  • Religion ( agama ),
  • Education ( pendidikan ),
  • Succeeding ( meraih sukses ),
  • Productive ( produktif ),
  • Exercise ( olah raga ),
  • Caring ( memperdulikan orang lain ),
  • Truthful ( jujur ).

Selain itu, bersosialisasi dengan orang lain juga diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena manusia adalah makhluk sosial. Jadi, manusia tidak dapat hidup sendirian, manusia memerlukan makhluk hidup yang lain. Adanya hubungan simbiosis mutualisme sangat diperlukan karena hubungan timbal balik yang saling menguntungkan ini adalah salah satu cara manusia menjalani kehidupannya.

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah kekuatan atau daya dorong yang menggerakkan sekaligus mengarahkan kehendak dan perilaku seseorang dan segal kekuatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya, yang muncul dari keinginan memenuhi kebutuhan.

Sehubungan dengan kebutuhan hidup manusia yang mendasari timbulnya motivasi, Maslow memgungkapkan bahwa kebutuhan dasar hidup manusia terbagi atas lima tingkatan, yaitu :

  • Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhinya dengan segera seperti keperluan untuk makan, minum, berpakaian, dan bertempat tinggal.
  • Kebutuhan keamanan adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh keselamatan, keamanan, jaminan, atau perlindungan dari ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup dan kehidupan dengan segala aspeknya.
  • Kebutuhan sosial adalah kebutuhan seseorang untuk disukai dan menyukai, dicintai dan mencintai, bergaul, berkelompok, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Kebutuhan akan harga diri adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh kehormatan, penghormatan, pujian, pengharagaan, dan pengakuan.
  • Kebutuhan akan aktualisasi diri adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh kebanggaan, kekaguman, dan kemasyuran sebagai pribadi yang mampu dan berhasil mewujudkan potensi bakatnya dengan hasil prestasi yang luar biasa.

Menurut Maslow, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas seratua persen. Bagi manusia, kepuasan sifatnya sementara. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi, orang tidak lagi berkeinginan memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi berusaha memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya. Jadi, kebutuhan yang mendapat prioritas utama untuk dipuaskan adalah kebutuhan fisiologis. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, orang akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya, seperti kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan berprestasi, dan seterusnya. Berarti untuk dapat berprestasi dengan baik, seseorang harus memenuhi terlebih daluhu kebutuhan dasar fisiologis dan keamanan.

MENDESAK TIDAK MENDESAK
PENTING 1

Orang yang suka menunda – nunda

  • Ujian besok
  • Teman terluka
  • Terlambat masuk kerja
  • Proyeksi yang harus diselesaikan
2

Orang yang suka menentukan prioritas

  • Merencanakan, menetapkan sasaran
  • Membina hubungan
  • Tugas yang harus selesai dalam minggu ini
PENTING 3

Orang yang “ YES-MAN “

  • Telepon yang tidak penting
  • Interupsi
  • Masalah kecil orang lain
4

Orang pemalas

  • Terlalu banyak nonton TV
  • Terlalu banyak main game komputer
  • Buang – buang waktu

TABEL : MENGEMAS LEBIH BANYAK WAKTU DALAM HIDUP

Kuadran 1 ( K1) : Orang yang suka menunda – nunda

Jangan harap ia ingin mengerjakan tugas atau belajar untuk ujian hingga malam terakhir, jangan harap ia ingin meluangkan waktu untuk mengisi bensin, biasanya terlalu sibuk menyetir.

Merencanakan sebelumnya adalah mustahil bagi orang yang suka menunda – nunda waktu, karena itu akan merusak keseruan mengerjakan segalanya pada menit – menit terakhir.

Akibat kebanyakan menghabiskan waktu di K1 adalah :

  • Stres dan kecemasan,
  • Kelelahan,
  • Prestasi yang biasa – biasa saja.

Kuadran 2 ( K2 ) : orang yang suka menentukan prioritas

K2 adalah hal –hal yang penting tetapi tidak mendesak, seperti relaksasi, membangun persahabatan, olahraga, merenvanakan dahulu, dan mengerjakannya. Orang yang suka menentukan prioritas, walaupun ia sama sekali bukan orang sempurna, ia pada dasarnya mawas diri. Ia periksa segala yang perlu dikerjakannya lalu menyusun prioritas, memastikan segala hal yang utama baginya terlaksana dahulu dan hal – hal yang kurang penting baginya terlaksana terakhir.

Akibat hidup di K2 adalah :

  • Hidup terkendali,
  • Keseimbangan,
  • Prestasi tinggi.

Satu – satunya cara menemukan lebih banyak waktu di K2 adalah dengan mengurangi waktu yang dihabiskan di kuadran lainnya, yaitu :

  • Ciutkan K1 dengan mengurangi sifat menunda – nunda,
  • Katakan tidak terhadap kegiatan – kegiatan K3,
  • Kurangi kegiatan – kegiatan bermalas – malasan di K4.

Kuadaran 3 ( K3 ) : Orang yang “ yes-man “

Kuadran ini dicirikan oleh berusaha menyenangkan semua orang dan menanggapi semua keiinginan mereka. Kuadran 3 ini menipu karena hal – hal yang mendesak tampaknya penting. Sebenarnya, sering kali tidak.

Contohnya, telepon berdering memang mendesak, tetapi sering kali ternyata begitu tidak pentingnya, atau lebih parah lagi, dari seorang pemasar jarak jauh.

Orang “ yes-man “, sungguh sulit mengatakan tidak kepada apapun atau siapapun. Berusaha menyenangkan semua orang sehingga biasanya ia akhirnya tidak menyenangkan siapapun, termasuk dirinya sendiri. Sering kali takluk kepada tekanan sesama karena ia suka menjadi populer dan tidak mau lain daripada yang lain. Mottonya adalah, “ Besok, aku akan bersikap lebih asertif, kalau kamu tidak keberatan “.

K3 adalah salah satu kuadran terburuk untuk ditempati karena tidak punya tulang punggung. Kuadran ini berubah – ubah dan akan mengikut arah angin.

Akibat kebanyakan menghabiskan waktu di k3 adalah :

  • Reputasi sebagai “ tukang menyenangkan orang “,
  • Kurang disiplin,
  • Merasa seperti keset kaki bagi orang lain yang menginjak – injaknya.

Kuadran 4 ( K4 ) : Pemalas

Kuadran 4 adalah kategori kesia – siaan dan ekses. Kegiatan ini tidak mendesak dan juga tidak penting. Ia senang segala sesuatu yang berlebihan, seperti terlalu banyak nonton TV, terlalu banyak tidur, terlalu banyak main video game, terlalu banyak melihat internet.

Akibat hidup dalam K4 adalah :

  • Kurang bertanggungjawab,
  • Rasa bersalah,
  • Malas.

Sumber :

  • Canfield, Jack dan Kimberly Kirberger, 2001, 7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Jakarta, Binarupa Aksara
  • Seila, Dainow dan Gill Cox, 1986, Kembangkan Diri Anda Sepenuhnya, Jakarta, Arcan.
  • Sherman, Haroid, 1989, Bagaimana Membentuk Pribadi Anda, Bandung, CV Pionir Jaya.
  • Sarumpaet, 1990, Hidup Tentram dan Sukses, Bandung, Indonesia Publishing House.

Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan

Definisi tentang Masyarakat sangat luas sekali. Seperti beberapa definisi dari para ahli:

  • R.Linton, masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu
  • MJ.Herkovits, masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
  • J.L.Gilian, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil
  • S.R.Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur
  • Hasan Sadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain

Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Sedangkan dalam arti sempit, masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya

Adapun syarat-syarat supaya dapat disebut sebagai masyarakat adalah:

  1. Harus ada sekelompok manusia
  2. Telah tinggal cukup lama disuatu daerah
  3. Adanya aturan-aturan yang mengatur untuk menuju kepentingan dan tujuan bersama

Sedangkan menurut cara terbentunya suatu masyarakat. Terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Masyarakat paksaan. Contohnya masyarakat tahanan
  2. Masyarakat merdeka yang terbagi juga kedalam dua

Masyarakat Nature, masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yang bertalian dengan hubungan darah atau keturunan

Masyarakat kultur, masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sebagainya

Masyarakat Perkotaan

Definisi dari masyarakat perkotaan lebih menekankan kepada sifat kehidupan dan ciri-ciri kehidupan masyarakat perkotaan yang jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan jauh berbeda. Perbedaan itu meliputi jumlah dan kepadatan penduduk, lingkungan hidup, mata pencaharian, corak kehidupan sosial, stratifikasi sosial, mobilitas sosial, pola interaksi sosial, solidaritas sosial, kedudukan dalam hierarki administrasi nasional.

Antara masyarakat perkotaan dengan pedesaan merupakan suatu kesatuan dan bukan merupakan hal yang terpisahkan satu sama lainnya. Karena keduanya saling berhubungan satu sama lainnya, sebagai contoh hubungan tersebut adalah masyarakat perkotaan membutuhkan bahan makanan seperti nasi, gandum, sayur mayur dan lain-lain itu bisa didapatkan dari masyarakat pedesaan. Begitu pula sebaliknya, masyarakat pedesaan membutuhkan kain, dan makanan yang sudah diolah, alat transfortasi, dan pupuk untuk pertanian yang bisa didapat dari kota. Keduanya memiliki hubungan satu sama lainnya atau bisa dikatakan saling menutupi kekurangan satu sama lainnya.

Masyarakat Pedesaan

Definisi menurut para ahli :

  • Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
  • Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
  • Paul H.Landis desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :
  1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa.
  2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan.
  3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

Pada masyarakat pedesaan memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat erat sekali. Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang cenderung individual, di pedesaan kita bisa melihat keakraban antar orang yang satu dengan orang yang lain bahkan mereka mengenal satu sama lain, bukan hanya satu atau dua tapi ratusan bahkan ribuan orang pun mereka kenal. Selain itu, adat istiadat di desa lebih pekat berbeda dengan di kota yang sudah bercampur baur.

Ciri-ciri masyarakat desa antara lain :

  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal  mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya

Sumber :

http://www.google.com/

Sulitnya Menerima Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Akibat Keterbatasan Biaya

Pengertian Ilmu Pengetahuan, yaitu :

Sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

Definisi Ilmu Pengetahuan menurut :

  • Aristoteles, pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat dirangsang budi.
  • Decartes, ilmu pengetahuan merupakan budi.
  • Bacon dan David Home, sebagai pengalaman indera dan batin.
  • Immanuel Kant, pengetahuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman.

Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber – sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.

Langkah – langkah dalam memperoleh memperoleh ilmu dan objek ilmu, meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sintesis, induktif, deduktif, dan yang terakhir ialah pengujian kesimpulan.

Hal Sikap yang Ilmiah, yaitu :

  1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
  2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
  3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
  4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

Pengertian Teknologi, yaitu :

Sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.

Ciri-Ciri Fenomena Teknik Pada Masyarakat, yaitu :

  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.
  4. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
  5. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
  6. Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi, yaitu :

Ilmu Pengetahuan , yaitu sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.

Teknologi, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.

Adanya kemajuan teknologi menyebabkan pola fikir manusia sekarang mengalami perubahan. Dengan  teknologi, semua informasi yang dibutuhkan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah contohnya dengan akses internet.

Pengertian Kemiskinan, yaitu :

Kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh .

Ciri-Ciri Manusia yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan, yaitu :

  • Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan.
  • Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
  • Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
  • Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
  • Banyak yang hidup di kota berusia muda dan tidak mempunyai ketrampilan.

Fungsi Kemiskinan, yaitu :

  • Kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, namun dibayar murah.
  • Kemiskinan memperpanjang nilai guna barang atau jasa.
  • Kemiskinan mensubsidi sebagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya.
  • Memperteguh status sosial orang kaya, karena bermanfaat untuk menjadi tumbal pebangunan.

Masyarakat miskin sulit mendapatkan pengetahuan dan menerima kemajuan teknologi saat ini, sehingga membuat pola pikir kurang berkembang karena sulitnya mencari pendapatan untuk kehidupan sehari – hari.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!